Masa Balita
Pada tanggal 26 Maret
1996 seorang bayi dilahirkan dari perut rahim seorang ibu. dan bayi tersebut
diberi nama Nasa dwi anggraini. aku dilahirkan di rumah sakit umum di sebuah
kota yang terletak di pulau Sumatra dan kota ini diberi gelar ''Tapis Berseri''
yaitu Kota Bandar Lampung Ibuku bernama Desmarina Sesunan dan ayahku
bernama Johanes Abubakar. ayahku berkerja sebagai pegawai negeri sipil dan
ibukui bekerja sebagai guru pegawai negeri sipil di sebuah smpn2 bandar lampung.
aku mempunyai seorang kakak perempuan yang bernama Ovita Yozanna yang saat ini bersekolah di SMAN 2 Bandar Lampung. rumah kediamanku beralamat di jalan sukardi hamdani palapa IV Bandar Lampung. Saat aku berusia 2 tahun kelurga ku tertimpa musibah karena pada saat itu ayah kandungku meninggal dunia diakibatkan karena kecelkaan di sebuah tol yang terletak di Jakarta. Pada saat itu aku masih kecil jadi aku tidak mengerti apa-apa. lalu pada umur 5 tahun aku baru diberi tahu oleh kelurgaku bahwa ayahku sudah meninggal dunia. aku mempunyai pengalaman dengan ayahku cukup sedih untuk mengingat peristiwa tersebut peristiwa tersebut pada saat itu aku sedang bermain kuda-kudaan dengan ayahku . Sangking asyiknya aku bermain dengan ayahku sampai-sampai terpalaku mencium lantai rumahku dan mengakibatkan kepalaku berwarna yang tidak asing lagi yakni warna kemerahan agak kebiruan. kedua orang tuaku cemas dan aku segera dibawa ke dokter dan semoga arwah ayah,ku ditemi oleh Allah SWT, dan diampunkan segala dosa-dosanya
aku mempunyai seorang kakak perempuan yang bernama Ovita Yozanna yang saat ini bersekolah di SMAN 2 Bandar Lampung. rumah kediamanku beralamat di jalan sukardi hamdani palapa IV Bandar Lampung. Saat aku berusia 2 tahun kelurga ku tertimpa musibah karena pada saat itu ayah kandungku meninggal dunia diakibatkan karena kecelkaan di sebuah tol yang terletak di Jakarta. Pada saat itu aku masih kecil jadi aku tidak mengerti apa-apa. lalu pada umur 5 tahun aku baru diberi tahu oleh kelurgaku bahwa ayahku sudah meninggal dunia. aku mempunyai pengalaman dengan ayahku cukup sedih untuk mengingat peristiwa tersebut peristiwa tersebut pada saat itu aku sedang bermain kuda-kudaan dengan ayahku . Sangking asyiknya aku bermain dengan ayahku sampai-sampai terpalaku mencium lantai rumahku dan mengakibatkan kepalaku berwarna yang tidak asing lagi yakni warna kemerahan agak kebiruan. kedua orang tuaku cemas dan aku segera dibawa ke dokter dan semoga arwah ayah,ku ditemi oleh Allah SWT, dan diampunkan segala dosa-dosanya
Masa Taman
Kanak-Kanak
Pada masa kanak-kanak aku ditempatkan di sebuah taman Kanak-kanak yang tidak jauh dari kediamanku. nama taman kanak-kanak tersebut adalah TK. Al. Azhar B.lampung. jarak taman kanak-kanak dengan rumahku cukup dekat jarak dengan sehingga setiap hari aku pergi ke tk bisa jalan kaki atau bisa juga menaiki becack. Aku sangat senang berada di Tk itu disana aku bisa bermain dengan sepuasnya. namanya juga anak-anak tidak bisa melihat sedikit permainan. disana kau bermain seperti perosotan, dan lain-lain. aku mempunyai sahabat-sahabat yang menyayangiku.
Masa Sekolah Dasar
Masa Sekolah Menengah Pertama
Aku meneruskan sekolah di Smpn 2 bandar
lampung. setelah aku mengikuti tes dan akhirnya aku bisa diterima
disekolah yang kata orang favorits itu saat itu aku diterima di kelas 7b
di sekolah tersebut aku menemukan
teman-teman baruku. nama wali kelas ku waktu itu adalah pak Tanwir. pak tanwir
adalah guru matematika di kelas kami. aku mempunyai pengalaman selama berada di
kelas 7b.
Pada saat itu kelas 7b pintunya terkunci. Aku termasuk teman-temanku bertanya-tanya dimana kunci pintu tersebut. 5 menit kemudian salah seorang temanku mengaku kalo dia lah yang kemaren memegang kunci itu, tetapi dia lupa untuk membawa kesekolah kembali. Akhirnya karena tidak ada pilihan kami semua memutuskan untuk mamasuki ruang kelas dengan cara melewati jendela, satu-persatu kami melewati jendela sempit itu. Sampai akhirnya guru yang akan mengajar di kelas ku menyuruh petugas sekolah untuk mendobrak pintu tersebut. Di kelas 7 b aku menemukan teman-teman baru ada beberapa teman yang sudah ku kenal karena sebagian berasal dari Sekolah Dasar yang sama denganku. Karena itu baru kelas 7, atau bisa juga dipanggil anak kencur.
Tidak terasa selama 1 tahun aku duduk di kelas 7b selanjutnya aku duduk di kelas 8b. Waktu itu 8b mendapat julukan ‘’Pakde’’ yaitu dari kepanjangan Pasukan Delapan b. Aku sekelas dengan sebagian anak-anak dari 7b. aku senang berada di kelas 8b karena kelas yang aku ditempati pada waktu itu kompak sekali dan saling mengenal erat satu sama lain.
Setelah kenaikan kenaikan kelas aku ditempatkan di kelas 9.4 atau bisa disebut 9.A. Nama kelas 9.4 sepakat kami panggil dengan sebutan sparta. Pada saat itu wali kelas 9.4 adalah ibu Tri Mawarni, seorang guru matematika yang sangat menyayangi kami. Sudah 3 tahun berturut-turut aku sekelas dengan chyntia. Sehingga aku sangat mengenal pribadinya.
Di kelas 9.4 aku sekelas dengan seorang teman perempuanku dia bernama Chyntia. Awalnya aku sangat tidak simpatik dengan ini karena mengingat rata-rata anak yang berada di kelas tersebut pintar-pintar dan susah diajak untuk mengobrol tetapi lama-kelamaan aku sangat nyaman dengan kelas ini. Kekompakan yang kami jalani berjalan lancar. Pengalaman yang ku dapat sangat mengesankan saat kami semua sekelas memutuskan untuk menginap di cottange di Tabek Indah. Disana kami seru-seruan. Dari mulai makam malam bersama, bbqan bersama, sampai acara karoeke diiringi dengan joget ala-ala kami yang tidak akan pernah aku lupakan. Tidak terasa ujian-ujian yang sangat menguras otak tiu perlahan-perlahan mulai mendekati aku dan teman-temanku. Berbagai les aku jalani demi menempuh ujian nasional dan tes masuk Smanda. Dari awal pagi aku berangkat ke sekolah sampai selesai magrib aku baru pulang ke rumah. Sangat sibuk untuk mengurus ujian nasional. Berbagai persiapan telah dimatangkan dan hari ujian nasional pun tiba selama 3 hari. Sangat deg-degan untukmenunggu hasil ujian. Dan akhirnya aku diumumkan bahwa aku telah lulus. Setelah lulus aku sibuk mempersiapkan diriku untuk menjalani tes Masuk Sekolah menengah atas .
Pada saat itu kelas 7b pintunya terkunci. Aku termasuk teman-temanku bertanya-tanya dimana kunci pintu tersebut. 5 menit kemudian salah seorang temanku mengaku kalo dia lah yang kemaren memegang kunci itu, tetapi dia lupa untuk membawa kesekolah kembali. Akhirnya karena tidak ada pilihan kami semua memutuskan untuk mamasuki ruang kelas dengan cara melewati jendela, satu-persatu kami melewati jendela sempit itu. Sampai akhirnya guru yang akan mengajar di kelas ku menyuruh petugas sekolah untuk mendobrak pintu tersebut. Di kelas 7 b aku menemukan teman-teman baru ada beberapa teman yang sudah ku kenal karena sebagian berasal dari Sekolah Dasar yang sama denganku. Karena itu baru kelas 7, atau bisa juga dipanggil anak kencur.
Tidak terasa selama 1 tahun aku duduk di kelas 7b selanjutnya aku duduk di kelas 8b. Waktu itu 8b mendapat julukan ‘’Pakde’’ yaitu dari kepanjangan Pasukan Delapan b. Aku sekelas dengan sebagian anak-anak dari 7b. aku senang berada di kelas 8b karena kelas yang aku ditempati pada waktu itu kompak sekali dan saling mengenal erat satu sama lain.
Setelah kenaikan kenaikan kelas aku ditempatkan di kelas 9.4 atau bisa disebut 9.A. Nama kelas 9.4 sepakat kami panggil dengan sebutan sparta. Pada saat itu wali kelas 9.4 adalah ibu Tri Mawarni, seorang guru matematika yang sangat menyayangi kami. Sudah 3 tahun berturut-turut aku sekelas dengan chyntia. Sehingga aku sangat mengenal pribadinya.
Di kelas 9.4 aku sekelas dengan seorang teman perempuanku dia bernama Chyntia. Awalnya aku sangat tidak simpatik dengan ini karena mengingat rata-rata anak yang berada di kelas tersebut pintar-pintar dan susah diajak untuk mengobrol tetapi lama-kelamaan aku sangat nyaman dengan kelas ini. Kekompakan yang kami jalani berjalan lancar. Pengalaman yang ku dapat sangat mengesankan saat kami semua sekelas memutuskan untuk menginap di cottange di Tabek Indah. Disana kami seru-seruan. Dari mulai makam malam bersama, bbqan bersama, sampai acara karoeke diiringi dengan joget ala-ala kami yang tidak akan pernah aku lupakan. Tidak terasa ujian-ujian yang sangat menguras otak tiu perlahan-perlahan mulai mendekati aku dan teman-temanku. Berbagai les aku jalani demi menempuh ujian nasional dan tes masuk Smanda. Dari awal pagi aku berangkat ke sekolah sampai selesai magrib aku baru pulang ke rumah. Sangat sibuk untuk mengurus ujian nasional. Berbagai persiapan telah dimatangkan dan hari ujian nasional pun tiba selama 3 hari. Sangat deg-degan untukmenunggu hasil ujian. Dan akhirnya aku diumumkan bahwa aku telah lulus. Setelah lulus aku sibuk mempersiapkan diriku untuk menjalani tes Masuk Sekolah menengah atas .
Masa Sekolah Menengah Atas
Aku memilih Sman2 Bandar lampung sebagai
tempat untuk melajutkan pendidikakanku di tingkat SMA. Keinginannanku
diperkuat saat orangtuaku mendukung ku untuk masuk smanda. Bebelum tes smanda
dimulai hampir tiap hari aku belajar dan tidak lupa berdoa.
Hari tes masuk Smanda pun tiba, susah sekali tes yang diberikan oleh smanda. Dari mulai tes akademik sampai tes kemampuan Bahasa Inggris. Aku terus berdoa kepada Allah Swt agar aku bisa masuk ke smanda. Dan alhamdulilah doaku dikabulkan oleh Yang Maha Kuasa. Dari sekitar 400 orang yang mendaftar di smanda hanya sekitar 200an orang lebih yang dapat diterima masuk smanda. Karena diresmikan sudah masuk smanda kami diharuskan untuk mengikuti Masa Orientasi Siswa yang biasa kita singkat dengan kata MOS. Saat MOS aku ditempatkan di kelompok Peuyeum. Aku senang berada di kelompok tersebut. Kelompok itu sangat asik dan kompak terutama dalam membuat yel-yel.
Setelah 4 hari mos, kami semua resmi menjadi siswa di Sman2 Bandar Lampung. Awal pertama masuk aku melihat di papan pengumuman yang dikatakan disana bahwa aku berada di kelas x-9 . merasa tidak nyaman di kelas x-9 aku bersama kedua temanku Indah Mahesa dan Chyntia Saputri memutuskan untuk pindah ke kelas x-8. Alasan kami pindah dari kelas tersebut adalah karena disana banyak teman-teman SMP kami sehingga asik untuk diajak ngobrol. Wali kelas x-8 saat ini adalah Bpk. Fauzi Arbi, dengan ketua kelas yang autis yakni Susi Susanti
Hari tes masuk Smanda pun tiba, susah sekali tes yang diberikan oleh smanda. Dari mulai tes akademik sampai tes kemampuan Bahasa Inggris. Aku terus berdoa kepada Allah Swt agar aku bisa masuk ke smanda. Dan alhamdulilah doaku dikabulkan oleh Yang Maha Kuasa. Dari sekitar 400 orang yang mendaftar di smanda hanya sekitar 200an orang lebih yang dapat diterima masuk smanda. Karena diresmikan sudah masuk smanda kami diharuskan untuk mengikuti Masa Orientasi Siswa yang biasa kita singkat dengan kata MOS. Saat MOS aku ditempatkan di kelompok Peuyeum. Aku senang berada di kelompok tersebut. Kelompok itu sangat asik dan kompak terutama dalam membuat yel-yel.
Setelah 4 hari mos, kami semua resmi menjadi siswa di Sman2 Bandar Lampung. Awal pertama masuk aku melihat di papan pengumuman yang dikatakan disana bahwa aku berada di kelas x-9 . merasa tidak nyaman di kelas x-9 aku bersama kedua temanku Indah Mahesa dan Chyntia Saputri memutuskan untuk pindah ke kelas x-8. Alasan kami pindah dari kelas tersebut adalah karena disana banyak teman-teman SMP kami sehingga asik untuk diajak ngobrol. Wali kelas x-8 saat ini adalah Bpk. Fauzi Arbi, dengan ketua kelas yang autis yakni Susi Susanti













